Jul 08

Baru delapan hari yang lalu aku terpikir seorang sobat yang cukup akrab tiga tahun silam. Seorang pejuang yang untuk kesekian kalinya terhempas dalam badai familiar yang senantiasa asing. Dia melepaskan pegangan jari-jari yang diberi pancang "harapan" (entah tentang apa), untuk kembali digusur buldoser bergemuruh "gile gak nyangka." Lalu mempreteli [hampir] semua yang berlabel "hubungan." Dengan sedikit paksa.

Atau semua di atas bisa salah, cuma sekedar analisa sok mahfum. Atau, kami tak sekarib yang kupikir. Bisa juga.

Yah, apapun itu. Aku kangen kisah dan buah pikirmu, pejuang.

Kemarin, bagian dari masa lalu yang lain muncul. Berpapasan namun tak kenal. Berpandangan tapi hanya dilengas. Malah sejujurnya aku tidak yakin, apakah itu benar dia: kilas belasan tahun. Di Singapura. Masa kini.

Tapi negara ini mini. Dibanjiri eksodus pencari kesempatan-lebih-baik dan kesembuhan-non-ilahi-namun-lebih-manusiawi. Kenapa mustahil?

"Hai, masa lalu. Kenalin, ini masa kini. Enjoy your stay, but don’t be too long :)"

2 comments so far

  1. 1 Nugroho
    8:06 pm - 7-7-2008

    Ini dia Shohib Gete, udah ngeblog lagi he he he

    Ditunggu artikel ciamik nya, seperti dulu

    ABU 0=)

    Best Regards,

    Nugon

  2. 2 imare dan ratabet
    8:30 am - 9-12-2008

    wah masa lalu sape tuh? mantan ya? dah laporan ama nyonya lom, hahahaha

Leave a Reply


XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Your Details

Your Comment