March, 2006Archive

Mar 18

(saya baru nge-reply pertanyaan dari milis tentang membeli komputer seperti di Mangga Dua, Jakarta. Berikut ini adalah reply saya yang sudah dirapikan)

Update 2006.03.19:
Tambah keterangan di point #10 tentang USB port di front panel-nya casing. Thanks, ruben.

Seperti yang sudah banyak di-reply sebelumnya: di Sim Lim Square dan Funan IT Mall. Banyak orang yang bilang di SLS harganya relatif lebih murah daripada di Funan tapi di Funan service-nya lebih baik. Tapi lagi, pengalaman tiap orang beda-beda.

Beberapa bulan yang lalu saya sempat membeli beberapa unit untuk kantor dan teman-teman. Sebelumnya saya sempat baca-baca di forum HardwareZone. Dari membaca, toko-toko yang saya simpulkan lumayan ok (harga, service, (support?)) di SLS:

  • VideoPro
  • Fuwell
  • Bell
  • The Hardware Place
  • Laser

Lalu yang mungkin perlu lebih "hati-hati" (caveat emptor -> silakan diterjemahkan secara bebas =P):

  • Costronic
  • Best Buy Bargain

(kedua toko di atas harganya murah-murah, tapi bagi beberapa member di HardwareZone ini berarti "resiko" yang lebih besar dan beberapa benar-benar punya pengalaman buruk.. tapi sekali lagi Anda bisa mengalami hal yang sama di toko yang "seharusnya lebih baik" =)

Waktu itu saya jadinya banyak beli di VideoPro. Cuma perlu sabar-sabar kalau belanja di situ, terutama waktu weekend, kalau banyak customer mereka sering kewalahan, bisa nunggu lumayan lama baru dilayani. Tapi kalau sudah dilayani, setiap dari mereka hanya fokus ke 1-3 pembeli saja, jadi biasanya Anda akan mendapatkan pelayanan yang baik, rekomendasi dsb. Tapi usahain jangan ngendonin si staff toko terlalu lama juga (lama mutusin beli yang mana, nawarnya kengototan, dsb.), gunakan akal sehat :) O iya, soal nawar, saya sih biasanya gak banyak nawar di luar pricelist mereka. Ya ada sih nawar-nawar dikit (yang biasanya nggak dikasih =P) minimal untuk memberi kesan bahwa duit kita masih berseri alias nggak nyetak sendiri hehe. Tapi sejauh ini, dalam setiap pembelian, setelah semua total dihitung, harganya dia kurangin sendiri $10-20. Lumayan. (Menurut saya ini cara jualan yang baik: manage your customer’s expectation =)

Cara saya belanja di SLS:

  1. Research dulu dari Internet mau beli apa.
  2. Bawa kalkulator.
  3. Langsung ke Lt. 4, kebanyakan toko komputer ada di Lt. 4-5 (Lt. 6 juga ada sih, tapi saya jarang ke sana).
  4. Terutama weekend, naik ke atas lewat eskalator supaya dapat banyak brosur/pricelist.
  5. Kunjungi toko-toko yang penting/baik, ambil pricelist dari toko mereka (kalau belum dapat dari perjalanan di eskalator).
  6. Di Lt. 4 ada tempat telepon umum yang ada meja tapi teleponnya cuma satu, nah ini bisa dipakai untuk membandingkan harga dari brosur, hitung-hitungan dsb.
  7. Perhitungan harga tidak perlu terlalu akurat, soalnya barang yang ada di pricelist kadang-kadang nggak ada, kira-kira aja. Lalu tentukan tokonya.
  8. Pergi ke toko. Setelah dilayani, langsung paparkan konfigurasi yang ingin dibeli. Kalau barang nggak ada, tanya pendapat/rekomendasi mereka (ini mungkin perlu sedikit "seni". Kalau bersikap kepinteran, mereka bisa sebel (nggak tahu kan mereka di bisnis ini sudah berapa lama). Kalau bersikap terlalu polos, Anda bisa dianggap remeh atau bahkan digetok. Inilah sebabnya kita perlu toko yang baik, serta penjaga toko yang baik juga.)
  9. Di sela-sela konfigurasi, tanya juga tentang ongkos merakit (assembling fee) (di VideoPro kalau beli di atas $nnn biasanya gratis).
  10. Jangan beli casing yang terlalu murah (berhubungan dengan power supply). You get what you paid for. Biasanya saya beli yang sekitar $70-80 (di VideoPro pilihan casingnya nggak terlalu heboh, tapi lumayan). Jaman sekarang, hampir semua casing ada USB/audio/firewire ports di front panel-nya. Ingatkan/tanyakan agar port-port tersebut diaktifkan (dihubungkan ke motherboard), kalau kelupaan nanti bisa repot hubungin sendiri, bisa-bisa ngerakit ulang.
  11. Tanya soal warranty, berapa lama ngerjainnya (biasanya sekitar 1 jam, tergantung sikon).
  12. Sambil nunggu komputernya selesai dirakit, bisa: pergi ke foodcourt dekat carpark, main Winning Eleven di toko-toko yg ada di Lt. 1, ke ATF liat-liat accessories (konon disarankan untuk tidak membeli di ATF, mahal, but ymmv), dsb. tapi jangan balik ke Bugis Junction: kejauhan bo. Kalo ke OG sih masih bisa kali ya.
  13. Kira-kira sudah mau satu jam dan belum ditelepon, balik ke pick up point, mungkin sudah/hampir selesai tapi belum ditelepon.

Oh iya, sebelum secara fisik pergi ke SLS, mungkin bisa ke website berikut untuk mendapat softcopy pricelist dari beberapa toko, lumayan aktual:
http://resources.vr-zone.com/sls/indexpdf.php

Selamat belanja.

Mar 17

Ya yang bener aja, Blog Paralel. Saya menepati ramalan saya sendiri untuk mentok di post November lalu. Dan sekarang saya bicara tentang blog "roadmap" *grin*

Ok, langsung saja, ini update terakhir:

  • Cuma nambah 1 post saja di blog ini Januari lalu. Dan ini nggak diterjemahin ke bahasa Inggris.
    Pelajaran: nulis dalam bahasa Inggris dulu, lebih gampang nerjemahin ke bahasa Indo.
  • Pindah rumah. Baru-baru ini. Puji Tuhan, mukjizat lagi: nggak lewat agen, ownernya orang Indo dan lumayan cocok sama kita, lokasinya bagus, ini juga rumah yang pertama kali (dan satu-satunya kalau saja nyonya nggak ngotot mau ngeliat-liat yang lain) kami lihat.
  • Saya dan Siska membersihkan rumah lama. "Apa hebatnya?" ya ya saya denger kok. Ini adalah sebuah prestasi. Prestasi besar. Terus terang kami lumayan kuatir kalau-kalau uang depositnya nggak kembali secara penuh kalau rumahnya nggak bersih (pengalaman pindah-pindah rumah 5 tahun ini, saya belum pernah dapat deposit utuh - yang mana bukan salah para landlord-nya sih :P). Soalnya istri pemilik rumah lama ini adalah seorang yang sangat-super rapi dan bersih. Waktu pertama datang untuk tinggal di sana, rumahnya sama sekali benar-benar tanpa noda. Pokoknya "ngeri" :D Awalnya saya kurang yakin apakah kami kerja sama yang efektif untuk membersihkannya. Tapi udah bersih sekarang. Benar-benar bersih. Total waktu yang dihabiskan: dari jam 1 siang sampai 11:30 malam. Benar-benar bangga bisa menjadi suami-istri yang baik :P
  • Pakai kertas lagi - tuh iPAQ ngadat lagi! Tapi memang sudah waktunya saya kembali retro. Lumayan, jadwal saya malah lebih teratur sekarang.
  • Kerja keras.

Selama itu, saya menemukan ide-ide, secara berkala berpikir dalam, dan mulai punya rencana-rencana yang dapat dipaparkan sebagai Blog Roadmap ™ berikut:

  • Lebih banyak blog tentang sisi techie saya yang belum banyak dikupas, dimulai dari:
    • Ngeblog tentang Blogging & Blogosphere.
      Ini akan dalam format tutorial khususnya ditargetkan untuk teman-teman
      Friendster tercinta yang saya rasa masih bisa diberi "pencerahan".
    • Ngeblog tentang Firefox dan extensions-nya yang mantap-mantap.
      Soalnya baanyaak orang yang masih menggunakan IE yang ketinggalan jaman itu.
  • Pakai Linux.
    Yap, selamat tinggal, Windows. Partisi game akan kuhapus dan digantikan dengan Ubuntu semata-mata untuk meninggalkanmu. Pada dasarnya karena: Windows itu mahal dan Linux itu NGGAK. Sebenarnya ada alasan "mulia" dan tersembunyi lainnya yang nggak bisa dijelaskan sekarang. Jadi, ya, saya akan full pakai Linux di desktop mode. Tadinya saya mau nunggu 2 bulan lagi sampai Dapper Drake di-release tapi setelah ditegur oleh Pak Budi untuk "just get it done", boleh juga nginstall Flight 5 secepatnya. Malah sebenarnya, posting ini saya tulis menggunakan Kororaa Live CD yang baru di-download semalam buat ngetes Xgl (mantep, lihat saja screenshots dan video-nya).
  • Proyek hobi.
    Ini sebenarnya sudah jadi target sejak tahun lalu (malah lebih awal). Tapi sejak memakai WinForms di kerjaan, sekarang jadi lebih PD untuk mewujudkannya. Masalahnya nanti kalau sudah pakai Linux bakal susah develop di .NET lagi nih. Beberapa rencana proyek:
    • Praise & Worship Song/Lyric Library.
      Sebagai pemimpin pujian, salah satu tugas yang seringkali butuh waktu adalah memilih lagu. Sudah ada sih program-program yang bagus model OpenSong atau yang komersil lainnya tapi semuanya punya 1 kendala: hak cipta. Mmm, saya bukannya ingin telak-telak menganjurkan pembajakan, tapi kalau mau benar-benar jujur, rasanya kita selalu kepentok pada, batasan-batasan yang, imvho, nggak perlu. Malah kebanyakan, para hamba Tuhan sebenarnya sudah punya koleksi pribadi lagu-lagu/lirik yang menurut saya masuk ke dalam kategori fair use - atau setidaknya kategori "kalangan sendiri". Jadi misi saya adalah membuat koleksi "pribadi" bisa di-share secara p2p, kalau bisa lewat jaringan anonymous seperti Tor, di mana secara hati-hati juga di-design supaya benar-benar jatuh pada kategori "fair use" itu (atau minimal "kalangan sendiri" itu). Lebih lanjut tentang ini di posting yang akan datang.
    • Rekaman pribadi.
      Saya nyanyi dan main gitar. Seberapa bagusnya tentu tergantung kuping pendengar :D Tapi simple-nya saya merasa ini adalah sesuatu yang Tuhan sudah beri dan nggak bisa di-take for granted.
    • Cari tambahan.
      Ada 3 cara yang sedang saya lihat-lihat:
      • Pro blogging, dapet duit dari iklan, dsb.
      • Buat sebuah shareware yang dibutuhkan dan menguntungkan.
      • Buat sebuah aplikasi web yang dapat dibeli oleh Google atau Yahoo.
      • Selagi mereka lagi dalam mood ngebeli-beli, nggak ada waktu yang lebih tepat daripada sekarang untuk lompat ke dalam kereta web 2.0.

Ya kira-kira begitu dulu.