Oct 18

Kemarin baru baca artikel yang benar-benar menarik. Tentang tidur. Lhoo… garing bener apa yak ngomongin soal tidur?? Tapi nggak kok, sama sekali nggak garing, malah sebaliknya: MENARIK.

Glen Rhodes, seorang blogger, memaparkan pengalaman dan ‘penelitian’nya tentang tidur:

Ok, I’ve been talking to people for a long time about the fact that you can get by on 6 or even 4.5 hours of sleep per day without question. The secret is NOT the amount of sleep, but rather the number itself; a multiple of 90 minutes will change your life.

1.5 hours
3 hours
4.5 hours
6 hours
7.5 hours

Perhatikan: bukan masalah berapa panjangnya kita tidur, tapi berapa angka/jumlahnya - harus kelipatan 90 menit (1.5 jam).

Jadi, secara singkat, ‘teorinya’ adalah sebagai berikut:

Manusia itu tidur dalam siklus-siklus (cycles). Setiap siklusnya membutuhkan kira-kira 90 menit. Setelah 1 siklus selesai dan tidak ada gangguan, maka siklus berikutnya akan dimulai lagi. Jika di tengah sebuah siklus kita terbangun maka entah bagaimana kita akan merasa lelah dan tidak nyaman/stabil. Sebaliknya, jika kita bangun di akhir sebuah siklus, maka kita akan merasa segar.

Hehe.. terkesan pseudoscience ya?

Memang kontroversial sih, tapi menurut saya ini layak dicoba. Walaupun saya bersyukur Tuhan menciptakan waktu 24 jam sehari, jujur aja seringkali saya masih merasa sayang ada waktu yang ‘terbuang’ untuk tidur =P  Jadi, tadi malam saya coba.

Setelah membaca Armageddon (Left Behind #11) versi ebook di PDA selama sejam lebih, saya akhirnya pergi tidur jam 01:45. Saya punya 2 pilihan: tidur selama 4.5 jam (bangun jam 6:15) atau 6 jam (bangun jam 7:45). Jelas yang 6 jam nggak mungkin, bisa telat ngantor dong hehehe.. Jadi saya set alarm untuk bunyi jam 6:15.

Ketika alarm berbunyi tadi pagi, ternyata saya lumayan kaget juga bangunnya. Nyaris tidak merasa sudah tidur 4 jam lebih. Rasanya masih teringat jelas bahwa malamnya saya memutuskan untuk tidur selama 4.5 jam saja. Lalu pelan-pelan saya bangun dan mulai menuju kamar mandi. Di saat itulah saya mulai menyadari perbedaannya. Pagi ini sakit kepala yang sering saya rasakan ketika bangun tidak ada.

Hmmmmmm… sedikit creepy ya? Minimal "ya" bagi saya yang biasanya lumayan skeptis =P

Nanti malam pasti saya coba lagi, minimal selama 1-2 minggu. Setelah itu akan saya blog lagi hasilnya.

Catatan:

  • Angka 90 menit itu tidak mutlak, tergantung masing-masing orang dan faktor-faktor lainnya (kesehatan, umur, gender(?), dsb). Untuk lebih lanjutnya mengenai hal ini, bisa membaca artikel sumber dan komentar-komentar yang di-post.
  • Tentu saja manusia tidak cukup tidur hanya 1 siklus (1.5 jam) sehari. Selain tidur dalam siklus yang tepat, Glen juga mempraktekkan polyphasic sleep (tidur lebih dari 1 kali dalam sehari).

Berikut ini beberapa link mengenai tidur:

Leave a Reply


XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Your Details

Your Comment