June, 2005Archive

Jun 15

Tahu kan kalau kebiasaan menggigiti kuku atau ujung jari itu nggak bagus dan nggak sehat? Tahu dong pastiii. Nggak pernah kan ngeliat CEO atau direkturmu kedapatan sedang menggigit-gigit kukunya hehehe.. Nah, buat yang punya hobby menggigiti kuku dan ingin supaya kebiasaannya ini hilang, bisa mencoba cara berikut:

  1. Ambil sebuah karet gelang dan pasang ke pergelangan tangan, kiri atau kanan tidak masalah.
  2. Setiap kali kita sadar bahwa kita sedang menggigiti kuku, tarik karet gelang agak jauh, lalu lepaskan supaya terasa sakit di tangan kita. Tapi jangan terlalu kencang sampai bertanda, cukup sampai cengengesan sendiri aja.
  3. Lakukan juga ketika kita berpikir akan menggigit kuku.

Dalam dua minggu, kalau tidak berhenti juga, minimal pasti ada perubahan berarti.

Sumber artikel: Lifehack: how to stop biting your nails
Tambahan info: Conditioning
Kalau nggak salah pencetusnya Robert G. Allen di buku The One Minute Millionaire

Jun 15

Senin malam lalu, saya diberi giliran untuk sharing di Menara Doa YABS (Young Adults Bethany Singapore). Sebelumnya, saya sudah mempersiapkan sedikit catatan. Berhubung persiapannya waktu itu dalam bahasa Inggris, jadinya di-post ke blog yang lain: Sharing Note at YABS Prayer Meeting, 13 June 2005.

Jun 11

Barusan cek email dapet newsletter dari Friendster. Biasanya announcement atau newsletter model gini langsung ‘tak delete. Cuma kali ini nggak tau kenapa dibaca juga. Eh, ternyata ketemu cara untuk menghilangkan yang sudah lama terasa mengganggu: horoscope.

Jadi caranya:

  1. Masuk ke "account settings" - itu lho yang dekat tombol "log out" di atas kanan
  2. Scroll down sampai ke item nomor 2 dari bawah
  3. Itemnya itu "Show Horoscope", pilih "No"
  4. Tekan tombol "Save"

Jawaban resminya bisa dilihat di sini. Ternyata banyak juga yang tidak suka feature horoscope ini lho, bisa dibaca dari diskusi di forum.

Jun 10

Duluuuu, waktu jaman saya pertama-tama mulai pakai email (sekitar 1997), email berantai lumayan ‘ngetrend’, mungkin lebih ngetrend daripada spam. Karena jaman dulu itu kita masih pada baru, jadi biasanya kita masih pada ’sopan-sopan’ deh ngeforward email tersebut ke 10 temen-temen yang laen. Apalagi bagi yang, maaf, imannya belum kuat-kuat banget, kan biasanya di akhir email berantai diberi ‘mantra-mantra’ yang mengancam model "kalo kagak diforward, liatin aja 10 hari ke depan bakal nyesel deh loe.." Langsung deh Ctrl-F, tekan Address Book, pilih 10 korban, Send..

Lama-lama orang bosen dan sadar juga. Ternyata menerima surat berantai itu lebih nggak enak daripada mengirimkan surat berantai. Apalagi dibarengi oleh booming-nya spamming, udah kaya main game aja, mata sama tangan harus koordinasi yang bagus: mata buat jadi filter, tangan buat teken tombol delete. Yang lebih kasihan lagi yang nggak biasa pakai keyboard, tangan goyangin mouse mondar-mandir ke tombol "tong sampah" dan ke email yang mau dibuang. Ribet dah.

Tapi ternyata sampai sekarang yang namanya email berantai itu masih eksis banget. Sekarang bentuknya lain, lebih "sopan-sopan", lebih menghargai sang korban hehehe. Sekarang email berantai muncul dalam bentuk presentasi atau slideshow, baik dalam Flash movie atau PowerPoint slideshow atau yang lain-lainnya.

Kalau yang versi Kristen, modelnya kira-kira begini: ada 20 kalimat inspirasional, masing-masing kalimat ada dalam slidenya masing-masing. Tiap slide ada gambarnya, pemandangan, binatang, bunga, dkk, wuih pokoknya bagus-bagus. Nah, setelah akhir presentasi itu, baru deh muncul pesan sponsor: "Anda diberkati dengan hal ini? Pasti doong diberkati.. Naah kalo merasa diberkati, kirimkan ke teman-teman yang Anda kasihi supaya mereka menikmati berkat yang sama. Tapi kalau Anda nggak mengasihi teman-teman Anda, nggak usah repot-repot deh forward, di-delete aja langsung. (tambahan dari redaksi: egois loe. hehehe..)"

Kalau yang versi lain, mirip-mirip: slide-slide, gambar-gambar, pesan sponsor: mulai dari "Kalau Anda mengirimkan ini ke 10 teman Anda, Anda akan segera mengalami hal-hal baik itu selama 10 hari. Jika tidak, maka siap-siaplah menerima 10 kemalangan yang akan menimpa Anda," sampai "Kirimkan ini ke teman-teman Anda agar mereka tahu bahwa Anda selalu care dengan mereka. Jangan lupa kirimkan kembali ke teman Anda yang mengirimkan email ini kepada Anda, agar mereka tahu bukan mereka saja yang care, tapi Anda juga!!"

Ehm, kalau yang terakhir terjadi, kapan abisnya? Tapi saya seneng nih email berantai model yang terakhir, biar kapok yang ngirimin. Kalau diturutin dikirim ke 10 teman, berarti dia siap menerima 10 balasan email yang sama dari teman yang dia kirim hehehe..

Tapi apa beneran bisa kapok? Sepertinya tidak juga. Jaman sekarang kebanyakan orang memakai web based email seperti Yahoo, Hotmail, Gmail, dsb. Karena web based, mereka tidak mengalami gemesnya menunggu download-an email selesai seperti yang dialami pengguna mail client biasa (Outlook, Lotus Notes, Eudora, Pegasus, dsb). Kalau dulu jaman masih menggunakan dial-up dengan kecepatan 56Kbps, untuk mendownload 1 email berantai berisi PowerPoint slide sebesar 200KB itu butuh 30 detik. Kalau ada sepuluh berarti 5 menit. Kalau email penting dari bos ternyata ada di email ke 11, berarti bos nunggu dulu ye 5 menit buat download plus 1 menit buat delete spam/email berantai. Setelah ada broadband, keadaannya jauh lebih baik (bagi lalu lintas spam dan email berantai).

Yang berantai-berantai ini ternyata nggak hanya menyerang email, tapi sekarang juga messaging lainnya seperti:

  • Instant Messaging (Yahoo! Messenger, MSN Messenger, dsb)
    Sudah beberapa kali saya menerima message berbunyi "Harap mem-broadcast
    message ini ke semua teman Anda. Yahoo sedang mengadakan pengecekan
    account yang tidak aktif. Jika Anda tidak mem-broadcast message ini,
    maka dalam 2 hari account Anda akan dihapus."
  • SMS
    Mulai dari berita pemboman, hadiah undian, sampai cerita iseng.
  • bahkan Friendster
    Mirip seperti Yahoo! Messenger di atas.

Sebenarnya, kenapa sih saya pusing-pusing soal spam berantai ini? Nggak mengganggu ini, tinggal delete. Secara teknis sih memang sudah nggak terlalu "mengganggu", cuma saya membayangkan seandainya kita bisa berpikir sekali lagi sebelum menekan tombol "Send", maka secara keseluruhan pengalaman berinternet akan lebih baik.

Lalu alasan lainnya adalah, saya suka merasa sayang bener, isi presentasinya sering bagus-bagus, tapi karena ada pesan diujungnya itu membuat saya jadi malas untuk forward ke yang lain - karena berarti saya nggak walk the talk, nggak melakukan apa yang saya ‘kotbahkan’. Selain itu, seandainya presentasinya dikemas lebih ringkas misalnya dalam HTML biasa, ukurannya pasti bisa berkurang jauh dari 200KB jadi 20KB. Gambar pemandangan dan bunga kan bisa kita temui banyak di site-site lain.

Jadi, di sini saya menyampaikan ajakan, untuk berpikir satuuu kali lagi saja, sebelum menekan tombol Send atau Forward. Adik saya di Jakarta yang masih pakai dial-up 33.6Kbps pasti jelas mengerti hal ini hehehe.. Kalau setelah dipikir lagi tetap mau forward, nah baru forward deh.

Jun 08

Test, test.. ehem..

Akhirnya saya memutuskan untuk buka blog baru, kali ini dalam bahasa Indonesia. Dan seperti yang bisa dilihat di subtitle-nya, bukan dalam bahasa Indonesia baku. Dan sebisa mungkin juga nggak dalam bahasa yang campur-campur (kecuali kepepet).

I still keep my ‘official’ blog Selah to Hagah at ganius.tanuel.com and will blog there occasionally as well. It’s just that English not being my mother tongue, sometime I need to post a quick note where I don’t need to pause long to ponder more - hence the name: Selah to Hagah.

Yak.. di atas itu mudah-mudahan cuma yang pertama dan terakhir disampaikan dalam bahasa Inggris. Selain alasan-alasan di atas, saya juga punya ‘misi khusus’ untuk memberikan ‘edukasi’ ataupun ‘motivasi’ kepada teman-teman yang ngeblog-nya kurang lancar atau IT-nya rada gaptek hehehe.. bercanda ding. Alasan sebenarnya adalah: kalo ngeblog sendiri kagak ada yg baca lama-lama kan bisa bosen, nah Friendster kan beken, siapa tau kita bisa ngikut beken yak..

Alasan lainnya adalah sekalian mo nyobain TypePad, lebih canggih mana sih sama WordPress. Ternyata blogging itu gak cuma sedaun kelor aja hehehe.. Trus alasan yang lain lagi adalah menjaga komunikasi dengan temen-temen dan sodara-sodara. Kalau pakai bahasa Inggris kan kesannya kurang membumi tuh (padahal kan maksud sebenarnya buat latihan lho), nah kalo gini kan gampang nyambung-nyambungnya. Contohnya adalah blog adik sepupu saya All About Anung yang lucu.. (blognya yang lucu, orangnya sih lumayan giant boo =P)

Ok dah gitu aja gak panjang-panjang dulu, ntar takut bosen.